Singkawang memang magnet wisata di Kalimantan Barat. Bagaimana tidak? Kota ini punya paket lengkap, mulai dari pantai yang cantik, deretan gunung, air terjun yang segar, hingga wisata budaya yang kental. Tapi, ada satu hal lagi yang bikin siapa pun betah berlama-lama di sini: Kulinernya!
Dikenal dengan julukan "Kota Amoy" karena mayoritas masyarakatnya merupakan saudara kita dari suku Tionghoa, Singkawang menyuguhkan akulturasi budaya yang manis. Bagi teman-teman muslim, jangan khawatir! Meski kental dengan budaya Tionghoa, mencari makanan halal di Singkawang sangatlah mudah.
Yuk, intip daftar kuliner khas yang wajib kamu cicipi saat berkunjung ke sini!
1. Choipan: Si Lembut yang Menggoda
Choipan, atau sering disebut Chai Kwe, adalah menu wajib nomor satu. Kunci kelezatannya ada pada kulitnya yang tipis namun kenyal, terbuat dari adonan tepung beras. Isiannya bervariasi, mulai dari irisan bengkuang yang dicampur ebi (udang kering), ayam, hingga ikan.
Jangan lupa taburan bawang putih goreng di atasnya yang bikin aromanya makin juara, apalagi kalau disantap selagi hangat.
Rekomendasi: Choipan di kawasan Rumah Tjhia.
Varian: Bengkuang, Kucai, dan Rebung.
2. Mie Panjang Umur: Simbol Doa dalam Seporsi Mi
Sesuai namanya, mi ini memiliki bentuk yang panjang dan tidak mudah putus sebagai simbol harapan agar penikmatnya panjang umur. Dikenal juga sebagai Mie Asin atau Misua, kuliner ini sudah diproduksi sejak tahun 1950 dan kini dikelola oleh generasi keempat. Mi ini biasanya menjadi sajian wajib setiap perayaan Imlek di Singkawang.
3. Bakmie: Dari Gaya Kering Hingga Atraksi "Loncat"
Singkawang adalah surganya pencinta bakmi. Ada dua tempat legendaris yang harus kamu coba:
- Bakmi Kering Haji Aman: Berdiri sejak 2010, Haji Aman (Cia Jung Hong) yang merupakan seorang mualaf menjamin kehalalan menunya. Tersedia varian Bakmi Ayam, Sapi, hingga Bakso Sapi.
- Bakmi Loncat (Bakmi 68): Disebut "Loncat" karena kokinya memasak sambil melempar mi ke udara agar tidak lengket. Benar-benar hiburan yang unik!
4. Rujak Thai Pui Ji: Rahasia Ebi yang Khas
Rujak di Singkawang punya cita rasa khas yang berbeda. Salah satu yang paling eksis selama lebih dari 25 tahun adalah Rujak Thai Pui Ji milik A Kian. Rahasia kelezatannya ada pada bumbu sausnya yang menggunakan campuran kacang dan ebi berdasarkan resep warisan turun-temurun.
5. Aroma Kopi Legendaris di Sudut Kota
Budaya "ngopi" sudah mendarah daging bagi warga Singkawang. Kopinya terkenal harum dan orisinal tanpa campuran zat kimia.
- Warkop Nikmat: Berdiri sejak 1930 di Jalan Diponegoro. Tersedia Kopi Hitam, Kopi Susu, hingga Teh Telor.
- Han’s Kopi Tiam: Tempat yang nyaman untuk bersantai. Selain kopi, tersedia menu berat seperti Nasi Kuning, Bubur Sapi, Sate, hingga Pisang Srikaya.
6. Tahu Singkawang: Lembut Tanpa Rasa Asam
Berbeda dengan tahu umumnya, Tahu Singkawang diolah secara tradisional sehingga teksturnya sangat lembut. Rahasianya terletak pada proses perendaman menggunakan air garam, bukan air cuka. Kamu juga bisa mencoba hasil sampingannya seperti bubur tahu dan air tahu.
7. Hangatnya Aneka Bubur Singkawang
Terakhir, jangan lewatkan petualangan rasa lewat berbagai jenis bubur berikut:
- Bubur Pekong: Bubur nasi dengan topping ikan teri goreng, kacang, emping, dan kuah kaldu sapi yang gurih.
- Bubur Gunting: Menu manis berisi kacang hijau kupas dan potongan cakwe dalam kuah kental yang dimasak dengan kesabaran tinggi.
- Bubur Lainnya: Tersedia juga Bubur Pedas dan Bubur Sapi yang dijamin halal.
Catatan Penting: Untuk Bubur Ikan dan Babi Fa Jie, menu ini termasuk kategori non-halal.
Tips Berkunjung: Jangan ragu untuk bertanya mengenai status kehalalan menu kepada pemilik kedai. Warga Singkawang sangat ramah dan terbuka dalam memberikan informasi.
Bagaimana, sudah siap memanjakan lidah di Singkawang? Kabari saya ya kalau kamu punya tempat makan favorit lainnya di kota ini!
Patut dicoba ini kuliner khas singkawang. Apalagi buat kamu yang suka ngopi. Ngebayangin kopi hitam dengan cemilan jajanan pasar. Hmmmm
BalasHapushaduh surgaa!!! makanannya adaptasi makanan cina iya. itu choipan mengiurkan banget. Sampai sekarang belum pernah makan choipan deh kayaknya aku. Ini yang kalau di korea disebut mandu dan di jepang disebut gyoza kan iyaa? mirip-mirip soalnya. Tiap lihat di youtube auto ngiler
BalasHapus