
Kalau berkunjung ke Kalimantan Barat, jangan hanya terpaku pada keindahan alamnya saja. Kamu wajib mengenal Kain Tenun Sambas, kain kebanggaan masyarakat Kabupaten Sambas yang memancarkan kemewahan.
Secara tradisional, kain ini bukan sekadar pakaian biasa. Masyarakat setempat mengenakannya pada momen-momen sakral dan penuh penghormatan, mulai dari majelis perkawinan, musyawarah penting, khitanan, hingga saat menghadiri undangan dari para pembesar daerah atau raja.
Warisan yang Berada di Ambang Kepunahan
Dibalik keindahannya yang tersohor hingga ke negeri tetangga, ada cerita pilu yang harus kita perhatikan. Saat ini, keberadaan Tenun Sambas mulai terancam punah.
Tantangannya tidak main-main: harga bahan baku yang kian mahal serta minimnya regenerasi. Saat ini, mayoritas pengrajin yang masih bertahan adalah generasi tua. Sangat jarang ditemukan generasi muda yang memiliki keterampilan untuk meneruskan tradisi menenun ini. Sebuah kenyataan pahit yang membuat kain ini jadi semakin eksklusif dan bernilai tinggi.
Keunikan dan Filosofi di Balik Motifnya
Apa yang membuat Tenun Sambas begitu spesial? Jawabannya ada pada detailnya. Kain ini ditenun menggunakan benang emas dengan teknik yang membutuhkan keterampilan khusus serta ketekunan tingkat tinggi.
Tak hanya mewah, setiap motif yang tersemat ternyata memiliki arti mendalam yang mencerminkan sejarah dan pandangan hidup masyarakat Sambas. Berdasarkan informasi dari Pesona Travel, berikut adalah makna dari setiap motifnya:
- Pucuk Rebung Enggang Gading Melambangkan kekuatan hidup manusia yang dipadukan dengan burung Enggang Gading, maskot ikonik Kalimantan Barat.
- Anggur Mengingat sejarah masyarakat Sambas sebagai pelayar dan pedagang ke Singapura. Dulu, buah anggur adalah oleh-oleh mewah yang dibawa pulang untuk keluarga tercinta.
- Sawa Melakko (Ular Sawah) Terinspirasi dari alam sekitar Sambas di mana ular sawah sering terlihat melilit di pucuk rebung. Fenomena alam ini kemudian dituangkan menjadi seni yang indah.
- Bintang Timur Dahulu, para penenun mengacu pada kemunculan Bintang Timur untuk mengetahui waktu imsak saat berpuasa. Kehadiran bintang ini pun diabadikan dalam kain.
- Rantai Emas Sebuah simbol harapan agar seni kerajinan ini terus dikenang dan diwariskan tanpa henti kepada keturunan selanjutnya.
- Pagar Kota Mesir Motif unik ini lahir dari kisah seorang ulama Sambas yang menuntut ilmu di Mesir. Ia menceritakan keindahan pagar istana di sana kepada pengrajin, yang kemudian divisualisasikan dalam tenunan.
- Tabor Awan Menggambarkan awan yang bertaburan di angkasa, melambangkan suasana hati yang indah dan hari yang cerah.
- Rantai Bintang Melambangkan cita-cita tinggi yang harus diperjuangkan secara terus-menerus hingga tercapai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar