Halo, travelers! Pernahkah kamu berkunjung ke Kabupaten Sambas di Kalimantan Barat? Kalau belum, ada satu pemandangan unik yang pasti akan mencuri perhatianmu: aliran sungai yang membelah kota. Karena letak geografisnya yang dipenuhi sungai, tak heran jika masyarakat lokal menjadikan sampan sebagai moda transportasi utama sehari-hari.
Budaya sungai yang kuat ini melahirkan sebuah tradisi yang sangat dinanti, yaitu Lomba Sampan. Tidak hanya sekadar ajang olahraga, acara ini telah menjadi hiburan rakyat yang menyatukan seluruh masyarakat Sambas, bahkan hingga peserta dari luar daerah. Potensi wisata ini sangat besar untuk dikembangkan menjadi event andalan Kalimantan Barat sekaligus cara yang keren untuk melestarikan budaya leluhur.
Yuk, kita intip kilas balik keseruan lomba perahu dan sampan di Sambas dari tahun ke tahun!
Kilas Balik Kemeriahan Lomba Sampan Sambas
Tahun 2017: Puncak HUT Sambas ke-386 Pada 13 Agustus 2017, Sungai Muare Ulakan menjadi saksi kemeriahan Lomba Perahu Bidar dan Dragonboat. Acara ini merupakan puncak perayaan HUT Kabupaten Sambas yang ke-386 dan dihadiri langsung oleh Ketua PODSI, Andrianus Asia Sidot.
- Juara Perahu Bidar: Tim Dayung Mempawah 2.
- Juara Dragonboat: Tim Alhaz Kabupaten Sambas.
Tahun 2018: Kehadiran Tamu Internasional Berlokasi di tempat yang sama, lomba kali ini digelar pada 5 Juli 2018 untuk merayakan HUT Sambas ke-387 sekaligus HUT Bhayangkara ke-72. Sebanyak 30 tim dari berbagai kecamatan berkompetisi dalam suasana yang sangat spesial karena dihadiri oleh Kesultanan Sulu Filipina hingga Sultan Sambas, Pangeran Ratu Muhammad Tarhan.
- Pemenang: Tim Pulau Indah (berhasil membawa pulang trofi dan uang pembinaan Rp6 juta).
Tahun 2020: Semangat dari Desa ke Desa Meski sempat diadakan di Taman Bungur Sintang pada 2019, kemeriahan lomba kembali ke Sambas di tahun 2020 melalui dua ajang besar:
- Lomba Sampan Tani (26 Agustus): Digelar di Desa Tebing Batu, Kecamatan Sebawi, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Sambas, Hj. Hairiah, SH, MH.
- Lomba Perahu Pemangkat (30 Agustus): Dilaksanakan di Desa Pemangkat Kota dengan total 60 peserta putra dan putri, yang dibuka langsung oleh Bupati Sambas, H. Atbah Romin Suhaili.
Tahun 2022: Antusiasme yang Meluap Pada 9 Januari 2022, Sungai Sambas Besar di Desa Kartiasa dipadati oleh lebih dari 80 tim. Ratusan warga menonton dengan antusias dari bantaran sungai hingga atas Jembatan Kartiasa untuk mendukung jagoan mereka.
Informasi Lomba Mendatang: Semarak Idul Fitri di Desa Tengguli
Bagi kamu yang ingin merasakan langsung euforia Lomba Sampan Tani se-Kabupaten Sambas, ada kabar gembira! Dalam rangka memeriahkan Hari Raya Idul Fitri 1443 H, perlombaan akan digelar di Sungai Desa Tengguli.
Syarat dan Ketentuan Pendaftaran: Jika kamu punya tim yang tangguh, yuk daftar! Berikut detail yang perlu diperhatikan:
- Biaya Pendaftaran: Rp50.000 per tim.
- Kategori: Putra (usia bebas).
- Anggota Tim: 5 orang (4 atlet inti + 1 cadangan).
- Ketentuan Teknis: Peserta wajib membawa sampan dan dayung sendiri. Model sampan bebas dengan panjang maksimal 7,2 meter.
Timeline Penting:
- Pendaftaran: 25 Maret s/d 28 April 2022.
- Lokasi Daftar: Sekretariat Kantor Desa Tengguli.
- Technical Meeting: Kamis, 28 April 2022 (08.00 WIB) di Aula Kantor Desa Tengguli.
Kontak Person: Ada pertanyaan lebih lanjut? Kamu bisa langsung menghubungi panitia atas nama Alpian di nomor 0858-2272-2858.
Lomba sampan bukan sekadar adu kecepatan, tapi tentang kerja sama tim dan kecintaan pada tradisi air. Sampai jumpa di tepian sungai Sambas, ya!
Wah pasti seru banget jika kesana.. dulu pernah saya liat lomban di tayu pati jateng.. seru pokoknya
BalasHapussenang sekali acara acara eksibisi dan wisata tradisi ini kembali diadakan sehingga menjadi daya tarik tersendiri. semoga seterusnya sukses menjadi event regular tahunan. :-)
BalasHapusIni menarik sekali ada lomba perahu gini, bisa jadi peluang usaha yang menjanjikan bagi pariwisata nih.
BalasHapusSayaa lahir di kampung padat penduduk, perahu bukan budaya di situ. Pengen banget deh nonton acara kek gini
BalasHapusKeren sekali perlombaan perahunya. Memang bisa banget untuk menarik kunjungan wisatawan
BalasHapusMenarik yaa... Aku belum pernah lihat lomba perahu gini. Borneo emang beda. Karena sungainya gede-gede banyak, masyarakat jadi punya perahu juga. Semoga sukses perlombaan 7 Mei nanti. Bravo!
BalasHapusWaah seru bangett perlombaannya! Pengen banget bisa ke pontianak dan explore wilayahnya huhu semoga suatu saat bisa terlaksana. Thanks ka sudah sharing
BalasHapusKalo ada acara seperti ini apa turis boleh ikut jadi peserta atau cuma yang sudah terdaftar aja yang bisa ikutan ya
BalasHapusUntuk turis ada acara tersendiri kak di kabupaten sambas, pernah kemarin itu peserta yang boleh ikut dari negara - negara dari asia tenggara
HapusAsikk bangett event nya yaa, seru uji kekompakan..
BalasHapusJadi inget rasanya naik perahu. Tiap kali naik perahu selalu deg-deg an takut nyebur apalagi karena nggk bisa berenang hehe
BalasHapus